tata cara selamatan kelahiran bayi

bayi yang telah lahir kedunia dari kandungan ibunya, maka wajib di berikan acara selamatan, acara selamatan tersebut merupakan sebuah wujud syukur atas karunia serta rizki yang telah diberikan dan juga doa agar kelak anaknya diberik kesehatan dan keselamatan serta menjadi anak yang berbakti serta berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

acara selamatan dilakukan dari ketika si jabang bayi lahir, kemudian berlanjut hingga memberi nama dan aqiqah serta turun menginjak tanah. adapun tata cara dan urutan dalam selamatan kelahiran bayi dapat anda simak berikut ini:

  1. Di bacakan adzan (dalam islam)
    setelah bayi lahir sebelum mendengar suara lain maka di bacakan adzan pada telinga kanan lalu iqomah pada telinga kiri dan doa lainnya. yang membacakan ini adalah ayah dari bayi tersebut dan jika tidak ada maka kakeknya.
  2. Pemotongan usus/ ari-ari
    Usus bayi yang keluar melalui pusat/ pusar dipotong dengan menggunakan welat (kulit bambu yang tajam) jika susah menemukan bambu di kota bisa menggunakan gunting yang sudah di sterilkan dan dilandasi kunyit lalu darahnya diusapkan dibibir bayi, dalam kepercayaan dapat membuat merah bibir bayi.
  3. Menanam ari – ari
    setelah Ari – ari dipotong/ di pisahkan dari perut bayi lalu ditempatkan didalam kendhil dan diberi alas daun talas, daun talas merupakan daun yang tidak menyerap air, ini merupakan symbol yang menyimpan harapan supaya kelak si anak tidak hanya memikirkan hal – hal duniawi saja. Sesajen yang lain untuk melengkapi syaratnya adalah kembang boreh, minyak wangi, dan kunir yang dipakai untuk landasan. Didalam kendhil, selain ada ari – ari, juga diberi garam, benang, jarum, kinang, kemiri, tulisan arab, Jawa, atau huruf alphabet, hal itu mempunyai maksud agar kelak anak tersebut menguasai bahasa dengan baik. Kemudian kendhil dibungkus dengan lemper dan dibungkus kain mori. Ari – ari ada yang gantung di emperan rumah, dan ada yang ditanam sendiri didepan rumah.
  4. Selamatan berkah (brokohan/ mbrokohi)
    Selanjutnya di adakan acara selamatan berkah atau brokohan. diadakan bagi bayi yang telah lahir, dengan harapan supaya anak yang lahir hidupnya mendapat berkah, sesajennya antara lain :
  • Telur mentah sebanyak hitungan harinya (menurut Jawa), maksudnya adalah meskipun bayi sudah lahir, tetapi ia telah menyatu dengan sang ibu.
  • Dhawet dan gula jawa
  • Ayam bakar dengan sambal gudhangan dan sayur bayam
    Selamatan brokohan ini juga bertujuan supaya ibu dan anak mendapat keselamatan penuh berkah dalam menjalani hidup.
  1. Puput puser (puputan)
    Puputan adalah lepasnya sisa usus yang menempel di pusar karena telah kering hingga lepas atau jatuh. Bekas usus tersebut kemudian disimpan. Sesajennya adalah bubur merah, bubur baro – baro, jajan pasar. lalu pada malam harinya si bayi diberi nama.
  2. Selamatan sepasaran (5 hari)
    selamatan sepasaran artinya jika anak lahir pada pasaran legi maka selamatan sepasarannnya adalah legi berikutnya atau 5 hari setelah kelahiran. Sajiannya berupa nasi tumpeng dengan sayur mayur, bubur merah – putih yang merupakan representasi asal – usul manusia yang berasal dari ibu dan ayah, bubur baro – baro, iwel – iwel dan jajan pasar. Tujuan dari pada selamatan sepasaran ini adalah agar anak tersebut terhindar dari gangguan metafisik (sawan).
  3. Aqiqah
    aqikah anak disyariatkan untuk dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran si anak. Namun jika belum bisa, maka hari ke-14, jika masih belum bisa juga, maka hari ke-21. Selain itu akikah anak menjadi beban ayah dari si anak tersebut. namun jika ternyata ketika kecil belum diakikahi, kita bisa melakukannya sendiri setelah dewasa.
  4. Selamatan selapanan (35 hari)
    jatuhnya hari adalah sama pasarannya yang ke 7 kali pasaran atau 35 hari, sajiannya sama dengan selamatan sepasaran. Tujuan slametan ini adalah supaya anak tersebut selalu sehat.
  5. Selamatan weton (among-among)
    Bancakan weton atau among-among dilakukan tepat pada hari weton bayi. Dalam tradisi Jawa, seseorang harus dibuatkan bancakan weton minimal sekali selama seumur hidup. Namun akan lebih baik dilakukan paling tidak setahun sekali. Apabila seseorang sudah merasakan sering mengalami kesialan (sebel-sial), ketidak beruntungan, selalu mengalami kejadian buruk, biasanya dilakukan bancakan weton selama 7 kali berturut-turut.
  6. Potong Rambut
    Upacara cukuran dilaksanakan pada saat bayi berumur 40 hari. Pada pelaksanaannya bayi dibaringkan di tengah-tengah para undangan disertai perlengkapan bokor yang diisi air kembang 7 rupa dan gunting yang digantungi perhiasan emas berupa kalung, cincin atau gelang untuk mencukur rambut bayi. Pada saat itu mulailah para undangan berdo’a dan berjanji atau disebut marhaban atau pupujian, yaitu memuji sifat-sifat nabi Muhammad saw. dan membacakan doa yang mempunyai makna selamat lahir bathin dunia akhirat. Pada saat marhabaan itulah rambut bayi digunting sedikit oleh beberapa orang yang berdoa pada saat itu.
  7. Selamatan tedhak siti (tedhak siten)
    Dilakukan apabila anak telah berumur 7 lapan yaitu 7 x 35 hari =245 hari. Sajiannya sama dengan selamatan selapanan dan sepasaran, sarananya adalah sebagai berikut :
  • Jadah tetel yang diberi tujuh warna, yaitu merah, putih, hitam, kuning, biru, merah muda, dan ungu. Maksudnya supaya si anak mengetahui dan dapat mengatasi berbagai cobaan didunia. Jadah adalah makanan yang terbuat dari ketan, oleh karenanya jangan sampai anak raket kaliyan setan, dekatlah dengan Tuhan dengan jalan mujahadah.
  • Padi dan kapas, merupakan lambang sandhang dan pangan, dengan harapan supaya kelak diberi murah rejeki.
  • Tangga yang dibuat dari tebu Arjuna, tebu merupakan kepanjangan dari anteping kalbu. Hal itu mengandung harapan supaya anak tersebut tidak gumunan, hatinya mantap, tenang, hidupnya selalu bahagia, dan bersifat seperti arjuna yang sakti, berjiwa ksatria, dan berhati mulia.
  • Bokor, berisi beras kuning dan macam – macam uang, dengan harapan supaya anak tersebut menjadi anak yang sukses dan hartanya melimpah.
  • Kurungan ayam, berisi peralatan pekerjaan, dengan harapan supaya anak kelak menjadi seseorang yang tekun dan pekerja keras.

Tata cara pelaksanaan tedhak siten :

  • Si anak dituntun untuk menginjak jadah yang berwarna – warni
  • Anak tersebut dimasukkan ke dalam kurungan dan disuruh mengambil peralatan pekerjaan yang ada, maksud dari syarat ini adalah kelak menjadi lambang cita – cita atau bakat anak tersebut.
  • Beras kuning atau mata uang disebarkan supaya diambil oleh tamu / hadirin, agar kelak anak tersebut senang member serta menolong sesama dan dapat hidup bahagia serta mulia.
  • Anak tersebut dibawa masuk ke rumah dan didudukkan di atas tikar, kemudian bokor yang berisi beras kuning dan macam – macam uang didekatkan supaya diambil oleh anak tersebut.

demikian urut-urutan selamatan bayi yang baru lahir, agar di pedomani setiap para orang tua yang baru memiliki anak dan belum mengetahui syarat-syarat yang harus dilakukan agar senantiasa kelak si anak mendapatkan kesehatan, keselamatan serta tumbuh menjadi orang yang baik.

Share on: