sejarah dan asal usul siklus hari saptawara

sapta wara adalah nama hari dari satu pekan yang dibagi menjadi 7. meskipun secara urutan sama dengan penyebutan hari dalam masehi, akan tetapi satpa wara memiliki sebutan lain yang di kelompokan menjadi sebuah lambang atau petunjuk dalam penanggalan jawa.siklus saptawara berasal dari jawa dan bali, hingga sekarang digunakan untuk hitungan jawa dalam menentukan hari baik dan primbon perjodohan.

sejarah dan asal usul siklus hari saptawara

berikut penjelasan dan nama hari saptawara:

  1. Radite
    radite atau sama dengan hari dalam masehi sebagai hari minggu. lambangnya matahari, neptunya 5. yang memiliki sifat memberi penerangan dan kehangatan tanpa menuntut pembalasan.
  2. soma
    soma menggatikan hari senin dalam masehi, lambangnya bulan, neptunya 4. sifatnya suka berubah-ubah, menghanyutkan perasaan orang, indah dilihat dan melankolis.
  3. anggara
    anggara sama dengan hari selasa dalam masehi. lambangnya api, neptunya 3. sifatnya menjadi dewatanya dalam pertempuran, pansa , membara, membasmi dan meluluhkan segala sesuatu.
  4. buddha
    buddha menggantikan hari rabu, lambangnya bumi. neptunya 7, wataknya diam, tenang, berwibawa. menopang. memuat segala sesuatu dan mau menerima dengan ikhlas.
  5. wrespati
    wrespati dalam hari masehi adalah kamis, lambangnya halilintar, neptunya 8. wataknya menakutkan, mengerikan, tentunya menjadi hal yang sangat cepat dalam hari.
  6. sukra
    sukra mewakili hari jumat dalam masehi, lambangnya air, neptunya 6. sifatnya mendinginkan, segar, tetapi dapat melanda segala sesuatu dan menghanyutkan sampai tandas.
  7. saniscara
    mewakili hari sabtu dalam masehi, lambangnya angin, neptunya 9. sifatnya memberi kesejukan, kerindangan dan nafas baru.

Leave a Reply