ramalan mengetahui berat atau ringannya hidup berdasarkan nama anda

dalam primbon jawa sering diingatkan agar tidak sembarangan memilih nama untuk seorang anak. karena ada istilah kabotan jeneng atau dalam bahasa indonesia keberatan nama, yang artinya nama yang disandang justru akan memberatkan hidupnya kelak, meskipun nama tersebut artinya bagus, namun apabila dihitung dengan ramalan nama ini ternyata jatuh pada unsur yang tidak baik maka dinamakan kabotan jeneng. berat dan ringannnya nama seseorang akan di ketahui setelah melakukan penghitungan jawa berdasarkan huruf jawa.

istilah kabotan jeneng atau keberatana nama bukanlah yang menggunakan nama panjang sampai tiga atau empat kata atu bahkan lebih. melainkan jumlah semua suku kata yang di jumlahkan berdasarkan nilai petungan aksara jawa lalu di padukan dengan unsur-unsur atau firasat yang akan menjadi arah kehidupan anak tersebut. perhitungan atau ramalan nama ini sudah ada sejak dahulu kala, karena itu diturunkan dari para leluhur jaman dahulu kepada para generasinya untuk sebagai landasan pemberian nama kepada anak agar tidak gegabah dalam memberikan nama/ jeneng terhadap anak. mengingat nama tersebut akan di gunakan hingga akhir hayatnya, sehingga nama juga harus membawa ketentraman dan kebahagiaan bagi yang menggunakannya.

untuk mengetahuinya, maka pertama anda harus mengetahui susunan aksara jawa yaitu ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga. Setiap aksara diasumsikan memiliki nilai berbeda, yaitu:

  • Ha, da, pa, ma, masing-masing dinilai 1.
  • Na, ta, dha, ga nilainya 2.
  • Ca, sa, ja, ba nilainya 3.
  • Ra, wa, ya, tha, 4.
  • Ka, la, nya, nga nilainya 5.
ramalan mengetahui berat atau ringannya hidup berdasarkan nama anda
Tabel ramalan nama orang

berdasarakan tabel rumus ramalan nama diatas, maka diketahui bahwa baik-buruknya nama menurut peritungan Jawa {neptu), didasarkan pada susunan aksara Jawa dan tiap-tiap suku kata/ atau huruf aksara jawa mewakili 1 unsur, yang di bagi menjadi 5 unsur kehidupan manusia. yaitu

  • nilai 1 mengandung usur SRI
  • nilai 2 mengandung unsur LUNGGUH
  • nilai 3 mengandung unsur GEDONG
  • nilai 4 mengandung unsur LARA
  • nilai 5 mengandung unsur PATI

untuk lebih jelasnya, mari kita ambil contoh:

  1. contoh 1, seorang anak benama SUGIYANTO. nama sugiyanto kemudian dipenggal berdasarkan aksara jawa menjadi SU-GI-YAN-TO.
    SU (sa=3)+ GI (ga=2)+ YAN (ya=4)+ TO (ta=2) = 11.
    nilai total 11 tersebut kemudian di cocokan dengan unsur kehidupan, cara mencocokannya adalah jumlah 11 di kurangi 5 unsur hingga tidak bisa di kurangi lagi, lalu sisanya tersebut adalah nilai unsurnya. 11-5-5= sisa 1. berarti angka 1 ini lah yang akan kita gunakan untuk melihat baik buruknya nama anak atau abot enteng jeneng. dalam unsur kehidupan, angka 1 mewakili firasat SRI. SRI merupakan firasat baik yang mengandung arti sebagai kehidupan yang sejahtera, subur, mulya, bahagia dan sebagai tingkatan tertinggi dalam kehidupan, oleh karena itu nama sugiyanto disebut nama yang bagus/ baik atau nama ringan artinya jika digunakan untuk anak tidak kabotan jeneng. jika anda ingin menambahkan nama tersebut agar lebih panjang juga tidak masalah, namun tetap harus mengikuti aturan penghitungan nama tadi, yakni setiap penggalan huruf di jumlahkan semua, dan harus jatuh pada firasat yang baik. diantara ke lima unsur diatas maka yang dinamakan unsur bagus atau firasat baik adalah, SRI, LUNGGUH, GEDONG. segangkan unsur yang harus di hindari adalah LARA dan PATI.
  2. contoh 2, seorang anak akan di beri nama AYU. meskipun namanya pendek atau singkat belum tentu nama tersebut ringan, karena nama berat atau ringan bukan terletak pada jumlah hurufnya melainkan pada hitungan berdasarkan jumlah neptu aksara jawa yang di padukan dengan unsur kehidupan. nama AYU jika dipenggak dalam aksara jawa menjadi HA+YU, sehingga HA=1 + YU (ya=4) = 5. nilai 5 dicocokan dengan nilai unsur jatuh pada firasat PATI. artinya sangat buruk yaitu jatuh pada kemataian, artinya segala sesuatunya kelak akan menjadi susah, penuh dengan cobaan, rezeki susah, pekerjaan susah sehingga hidupnya akan sengsara dan juga usianya pendek.
    lalu apakah dengan begitu nama AYU tidak boleh digunakan? jawabannya BOLEH, asalkan seperti yang saya katakan di contoh pertama, yaitu harus di tambahkan dengan nama lagi atau di panjangkan lagi namanya, contoh AYU HASTARI. mari kita penggal namanya berdasarkan neptu aksara jawa HA=1 + YU(ya=4) + HAS (ha=1) + TA=2 + RI(ra=4) = 12. jadi nilai total dari nama AYU HASTARI adalah 12, kemudian di padukan dengan unsur ramalan kehidupan menjadi 12 – 5 – 5 sisa 2. nila 2 mewakili unsur LUNGGUH, artinya akan memiliki kedudukan dalam pekerjaan, di muliakan dan di sukai banyak orang. namun ada juga kekurangan meskipun tidak parah yaitu sakit dan sedikit cobaan hidup.

berdasarkan contoh diatas, tentu anda sudah bisa mencari nama yang cocok untuk buah hati anda, atau untuk emramal nama anda sendiri dan orang lain. dar ke lima unsur, yang di katakan unsur positif adalah (sri, lungguh, gedong) memiliki firasat bahagia, kemakmuran, keberuntungan, mulia, dan sukses segalanya dan unsur ini dianjurkan, sedangkan (lara, pati) merupakan unsur negatif yang disarankan untuk tidak digunakan, apabila sudah terlanjur maka harus di tambahkan dengan nama lagi supaya jatuh firasat pada unsur positif, karena unusr negatif membawa firasat buruk seperti sakit-sakitan, sial, pendek umur, susah, sengsara dan melarat hidupnya.

keterangan :

  • huruf mati yang ada di belakang seperti HAN , SAN, HAS, YAN tidak di hitung atau dijadikan 2 suku kata melainkan tetap huruf pertama yang digunakan. contoh YAN maka dalam aksara jawa yang di hitung YA, meskipun ada huruf N di belakangnya.
  • apabila ada nama yang depannya huruf Vokal seperti (A, I, U, E, 0) yang berdiri sendiri tidak ikut dihitung atau diabaikan (nilainya = nol)

Leave a Reply