mitos perempuan bahu laweyan yang ditakuti para pria

bahu laweyan adalah bahu yang memiliki tanda hitam/ toh. di percaya bahwa jika ada perempuan/wanita yang memiliki tanda hitam di bahu seperti toh, andeng-andeng besar/ tahi lalat besar. maka akan membawa sial bagi pasangannya, sialnya tersebut bukan hanya celaka namun bisa menyebabkan kematian.

perempuan yang dianggap memiliki tanda yang disebut bahu laweyan, setiap memiliki suami selalu meninggal. diceritakan oleh orang tua bahwa wanita bahu laweyan tidak akan bertahan lama dalam memiliki suami, karena suaminya akan kalah dan meninggal, meskipun berganti-ganti pasangan akan tetap selalu begitu.

untuk itu jika anda seorang pria, hendak meminang seorang gadis/ wanita. hendaknya perhatikan bagian bahunya, karena jika mereka memiliki tanda hitam seperti yang dicontohkan diatas/ bahu laweyan, sebaiknya konsultasikan sama keluarga atau sesepuh. agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

bahu laweyan atau disebut tanda “sengkolo” di bahu. adalah kutukan atas dosa yg turun temurun bisa terjadi. Barang siapa “cewek/ wanita” yg mempunyai tanda sengkolo dibahunya akan mengakibatkan pasangan celaka/musibah terus nenerus bahkan kematian. Dlm beberapa kasus yg banyak diceritakan, bahwasannya setiap pria yang akan menjadi pasangan wanita berbahu laweyan maka nyawanya akan diambil untuk menjadi tumbal atas tanda sengkolonya.

Dalam serat Witaradya karya R nG Ronggowarsito disebutkan tentang asal usul bahu laweyan; tidak banyak memang kasus “bahu laweyan”. Dikenal sejak pertengahan abad X, diceritkan bahwa Raja Pengging sangat dihormati seluruh makhluk termasuk yg tak kasat mata. Ketika jumenengan hadir juga makhluk tak kasat mata bernama Gandarwa Kurawa/ Gendruwo yg naksir pada putri Citrasari. Dengan menyamar sebagai seorang pangeran tampan si Gandarwa berhasil menikahi putri Citrasari. kemudian anak mereka itulah yg bahunya ada tanda “sengkolo bahu laweyan”, yg suatu ketika bisa menitis pada perempuan manapun.

jadi asal usul bahu laweyan adalah titisan dari mahluk gaib/ gunderewo. yang akan memangsa pasangannya. hingga saat ini mitos tentang bahu laweyan masih dipercaya kuat oleh masyarakat tanah jawa.

Share on: