mengungkap ramalan jayabaya tentang jepang

di tanah jawa ada sebuah ramalan yang sangat terkenal yaitu ramalan jayabaya, ditulis oleh prabu jayabaya raja dari kerajaan kediri. salah satu ramalan yang paling fenomenal dan terkenal adalah tantang datangnya bangsa penjajah dan hal ini juga sudah terbukti. salah satu penjajah yang masuk dalam ramalan jayabaya adalah datangnya bangsa jepang yang ingin menguasai indonesia.

mengungkap ramalan jayabaya tentang jepang

kita ketahui bersama dalam pelajaran sejarah indonesia bahwa bangsa jepang menjajah indonesia selama 3,5 tahun pada tahun 1942. sedangkan ramalan jayabaya ditulis pada sekitar tahun 1135-1159. itu artinya ramalan jayabaya terbukti setelah 8 abad lamanya, dan betapa hebatnya beliau bisa mengetahui atau meramal masa depan yang akan terjadi di negeri ini.

meskipun dalam ramalan jayabaya tidak di katakan bangsa jepang namun dalam tafsirannya mengarah ke sana yakni sebuah ramalan yang mengatakan datangnya orang berkulit pucat yang membawa tongkat yang bisa membunuh jarak jauh (senjata api/ senapan) serta orang berkulit kuning, dialah penjajah yang akan berusaha menguasai nusantara atau negri ini. hingga banyak menimbulkan korban nyawa dan materi. orang berkulit pucat adalah bangsa jepang, sedangkan yang berkulit kuning adalah bangsa belanda.

dalam perkataan prabu jayabaya, tentang adanya tongkat yang dapat membunuh dari jarak jauh adalah sebuah senjata api atau senapan. karena pada pemerintahan prabujayabaya belum mengenal senjata api oleh karena itu dsebut sebagai tongkat yang bisa mengeluarkan suara dan bisa membunuh dari kejauhan. ramalan-ramalan tersebut akhirnya terbukti setelah beberapa abad.

jadi tentang ramalan jayabaya mengenai jepang adalah fakta dan terbukti, oleh karenanya hingga saat ini ramalan dari kitab jayabaya sangat fenomenal dan terkenal. ada sebagian petuah atau pesan dari prabu jayabaya yang masih menjadi pusat perbinjangan di negara ini, salah satunya tentang satria piningit, ratu adil dan nama pemimpin yang memiliki akhiran NOTONEGORO.