hari naas

Hari naas disebut juga JATI NGERANG atau hari sial, artinya waktu dimana seseorang tidak di perbolehkan melakukan usaha atau kegiatan karena menurut primbon bahwa siapa yang melanggar pantangan dan melakukan kegiatan di hari naas maka mereka akan mengalami berbagai masalah, seperti yang berdagang akan mengalami kerugian, yang bepergian akan mengalami musibah, yang sedang menanam tanaman tidak akan tumbuh atau meskipun tumbuh akan di serang hama nantinya dan yang mendirikan rumah maka didalam rumah tangga tersebut akan muncul permasalahan yang mengakibatkan hancurnya sebuah keluarga, baik karena perselisihan maupun penyakit yang menimpa. oleh karena itu jika anda mau memahami dan mengerti tentang primbon jati ngerang ini maka saya sarankan untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupan setiap harinya serta hindari melakukan kegiatan yang berarti di waktu hari naas/ hari sial.

jalannya hari naas terjadi tiap tiga bulan/ sasi, jadi dalam kurun waktu tiga bulan baru hari naas tersebut berganti. maka dari itu sangat penting bagi anda untuk mengerti perjalanan hari naas tersebut guna menghindari hal yang tidak di inginkan serta selalu mendapatkan kesuksesan dan keselamatan. meskipun dalam agama islam dikatakan bahwa tidak dibenarkan untuk mempercayai ataupun melakukan perbuatan musrik, akan tetapi sebagai manusia harus selalu berhati-hati dalam setiap melangkah meniti jalan kehidupan agar mendapat hidayah dan manfaat dalam kehidupan.

berikut jalannya hari naas / hari sial yang perlu anda ketahui sebagai pedoman untuk berhati-hati dan mawas diri:

1. Bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulqa’idah hari naasnya terletak di hari Jum’at
2. Bulan Dzul hijjah, Muharram dan Syafar hari naasnya terletak di hari Sabtu dan Minggu
3. Bulan rabiul awal, rabiul akhir dan jumadil awal hari naasnya terletak di hari Senin dan Selasa
4. Bulan Jumadil akhir, Rajab dan Sya’ban hari naasnya terletak di hari Rabu dan Kamis

Share on: