cara mengobati sawan anak menangis pada sore dan malam hari

sawan adalah suatu perubahan perilaku yang terjadi pada seseorang secara rutin atau terus menerus dalam waktu tertentu dengan tanda-tanda yang tidak lazim atau aneh, sawan umumnya terjadi pada anak kecil/ bayi dengan perilaku yang tidak sewajarnya seperti menangis pada waktu tertentu seperti sore hari menjelang malam (waktu sandekala/ maghrib) dan tengah malam, serta terjadi berulang-ulang setiap hari.

karena perubahan yang tidak lazim tersebut, maka orang tua tentu akan panik dan khawatir. karena sang anak/ bayi tidak bisa mengatakan apa-apa hanya bisa menangis keras disertai perubahan wajah yang memerah dan tangan mengepal seperti orang ketakutan dan kesakitan. bahkan sawan ini tidak bisa di hubungkan dengan pengobatan medis karena orang jaman dulu percaya bahwa sawan terjadi akibat kelalaian orang tua yang menyalahi aturan adat. sehingga untuk penyembuhannya juga harus dengan syarat dan ritual tertentu.

lain adat lain namanya seperti dijawa disebut sawan kalok, akan tetapi sawan pada anak ini bisa menyerang siapapun. sawan bukanlah penyakit akan tetapi suatu kebiasaan yang tidak lazim karena pengaruh suatu hal seperti kondisi tubuh atau keadaan disekelilingnya. ada juga yang mengatakan karena di datangi sang leluhur atau di ganggu mahluk halus. oleh karena itu apabila ada anak/ bayi yang mengalami hal tersebut agar segera di sembuhkan. agar tidak berkelanjutan dan berdampak pada kejadian fatal. karena apabila kita mengabaikan maka bisa mempengaruhi kondisi anak saat besar nanti dan juga paling berat adalah anak bisa meninggal apabila dibiarkan berlarut-larut.

anak atau bayi yang mengalami sawan ini akan menangis terus menerus selama kurang lebih 1 hingga 3 jam. di tawarin apapun tidak mau seperti susu, makanan, mainan. mereka tidak menghiraukan atau mendengar, terus menangis keras bahkan sampai kadang-kadang suarnya habis hingga menangisnya sudah tidak terdengar lagi. apabila anda melihat tersebut dan terjadi sudah berulang kali maka segeralah lakukan hal ini, agar cepat terobati dan si anak bsa bermain seperti biasa atau tertidur pulas.

anak yang mengalami sawan kalok ini memang tidak memiliki tanda tanda secara fisik, karena kondisi tubuh yang normal tidak ada perubahan suhu. akan tetapi apabila saatnya datang pada sore hari atau tengah malam maka langsung sepontan si bayi akan menangis kuat seperti orang kesakitan dan ketakutan. dalam keadaan tersebut orang tua tentu akan panik memanggil dokter, orang tua (sesepuh setempat), kyai, ustadz unuk menyembuhkannya.

ternyata perilaku pada anak/ bayi tersebut bisa kita atasi sendiri sebagai orang tua. berikut adalah tips/ cara untuk mengobati anak yang terkena sawan rewel/ menangis pada sore dan tengah malam.

  1. ngiteri omah
    caranya adalah dengan mengelilingi rumah sebanyak 9 kali tanpa mengenakan pakaian dan alas kaki, membawa senjata berupa sapu lidi. sapu lidi tersebut digunakan untuk menghalau atau mengusir binatang atau sejenis mahluk lain yang nampak pada saat anda sedang mengelilingi rumah. apabila anda bertemu binatang yang menghalangi jalan anda maka pukulah sampai ia mati. karena dipercaya menurut sesepuh bahwa binatang tersebutlah yang membawa mala untuk sia anak agar merasa ketakutan. bagi orang muslim selama melaukan ritual tersebut sambil membaca doa surat al-ikhlas / shalawat nabi Muhammad SAW terus menerus hingga selesai mengelilingi rumaha. akan tetapi jika non muslim bisa membaca doa sesuai keyakinannya masing-masing.
  2. nggantung polo
    adalah ritual yang dilaksanakan dengan cara mencari pisang klutuk kemudian digantung di wuwungan diatas kamar si anak yang terkena sawan tadi. kemudian bacalah surat al-fatehah sebanyak 9 kali, al-ikhlas 9x dan shalawat Nabi Muhammad SAW 9x, lalu doa memohon kepada sang Pencipta agar menangisnya anak segera berhenti. apabila bukan muslim maka bacalah doa sesai keyakinannya masing-masing.

demikian cara untuk mengobati pada anak yang terkena sawan rewel/ menangis terus-terusan pada sore hari atau malam hari. semoga bermanfaat dan kembali normal kondisi sang anak.

Share on: