cara menghitung selamatan orang meninggal menggunakan rumus matematika

selain menggunakan tabel yang sudah pernah saya berikan di artikel sebelumnya, ternyata menghitung selamatan orang meninggal dari 7, 40, 100 hingga 1000 hari dapat dilakukan dengan sebuah rumus. rumus ini sebenarnya merupakan rumus matematika yang pernah kita pelajari saat belajar di bangku sekolah menengah pertama, sehingga siapa saja bisa mempelajarinya untuk mengetahui hitungan selamatan tersebut.

selamatan orang meninggal biasa dilakukan bagi masyarakat indonesia, khususnya orang muslim. karena di yakini bahwa dengan membuat acara doa bersama tersebut dapat memberikan ketenangan serta penerangan di alam kubur sana serta dapat pengurangan dosa yang dilakukan semasa hidupnya.

rumus matematika yang digunakan untuk menentukan kapan dilaksanakan acara doa bersama untuk arwah adalah rumus kelipatan dan pembagian yaitu. tergantung acara selamatan yang ke berapa yang akan di buat. yang akan digunakan adalah 2 kali rumus, untuk menentukan hari dan pasarannya yang tepat. karena jika hari saja yang digunakan tidak akan tepat, begitu juga pasarannya disertakan agar lebih tepat kapan acara tersebut jatuhnya ditanggal berapa dalam kalender masehi. sehingga anda tidak perlu lagi bingung atau takut salah dalam menentukan hari selamatan anggota keluarga yang meninggal. karena biasanya orang akan bertanya kepada para sesepuh untuk melihat harinya.

sebelum saya memberikan penjelasan tentang cara menghitungnya, sebagai patokan yang harus anda ketahui adalah jumlah hari dan pasaran. karena dua waktu tersebut yang akan digunakan untuk menentukan hari agar tepat. baru di cocokan dengan tanggal di kalender. kemudian pada saat penghitungan maju maka hari dimana tiba pati, atau hari meninggalnya ikut di hitung menjadi hari ke 1 (satu), atau lebih mudahnya hasil sisa pembagian di kurangi 1 baru ditambahkan maju dengan hari meninggalnya.

  • hari = 7 (senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu dan minggu)
  • pasaran = 5 (pahing, pon, wage, kliwon, legi)

CONTOH:
seumpannya orang yang meninggal adalah hari Senin Pahing, 13 November 2017, kapan tanggal dan hari pasaran jatuhnya selamatan 1000 hari/ nyewu?

1. MENENTUKAN HARI DAN PASARAN
caranya :

  • hari 1000:7 sisa =6, maka hari meninggalnya di tambahkan 6 hari di hitung dari hari kematiannya. senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu. (SABTU)
  • pasaran 1000:5 sisa 0, jika menemukan sisa 0 maka diangap 5. pahing, pon, wage, kliwon, legi.(LEGI)
    jadi hari pasaran yang akan digunakan pada selamatan orang meninggal ke 1000, SABTU LEGI.

2. MENENTUKAN TANGGAL, BULAN DAN TAHUN

  • 1 tahun = 365 hari (kabisat 366)
  • 1000 hari = diperkirakan 2 tahun 9 bulan/ 3 tahun dikurangi 3 bulan dan 3-5 hari.
    jika meninggalnya 13 November 2017 maka tiga tahunnya adalah 13 november 2020
    kemudian 13 november 2020 dikurangi 3 bulan adalah 13 agustus 2020. karena harus dikurangi lagi beberapa hari agar ketemu hari dan pasarannya yang tepat, maka dari tanggal 13 agustus di kurangi sampai ketemu dengan hari pasaran SABTU LEGI yang terdekat. yaitu tanggal 8 Agustus 2020.

dengan demikian jatuhnya selamatan 1000 hari/ nyewu adalah tanggal 8 Agustus 2020, hari sabtu legi. kemudian untuk pelaksanaannya adalah malam sabtunya atau malam tanggal 8, bukan sabtu malam minggu, melainkan jumat malam sabtu. karena mengikuti pasaran legi yang sudah masuk di malam tanggal 8. karena jika diambil sabtu malam minggu maka pasarannya sudah berubah jadi pahing.
semoga bermanfaat.

Share on: