awas jangan salah bicara, menurut tata krama bahasa jawa di bagi menjadi 11 tingkatan

dalam adat jawa bahwasanya manusia harus mengikuti adab sopan santun, tata krama dan unggah ungguh. tidak hanya dalam berperilaku akan tetapi juga dalam berbicara. oleh karena itu untuk bersosialisasi dengan orang lain dalam hal berbicara menggunakan bahasa jawa diperlukan sekali ungah ungguh bahasa, orang jaman dahulu membuat golongan-golongan atau tingkatan bahasa. yang dimulai dari bahasa yang digunakan untuk orang kecil/ anak-anak, orang sebaya, orang yang lebih tua, orang yang sangat di hormati, pembesar/ petinggi. hal ini sangat penting sekali diketahui agar tidak salah memilih kata dalam menyampaikan perkataan kepada orang lain. karena meskipun artinya sama namun ada nilai kesopanan yang terkandung didalamnya. sehingga dengan bahasa tersebut kita dapat membedakan mana yang berhak mendapat ngoko dan krama hingga krama inggil.

apabila anda pernah mendengar istilah bahasa kasar dan bahasa alus, maka itulah sebenarnya tingkatan bahasa secara luas. akan tetapi sebenarnya dalam adab jawa ada 11 golongan bahasa sesuai tingkatan unggah-ungguh atau tata krama. jadi anda wajib tahu agar tidak salah berbicara ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua atau orang yang harus dihormati. meskipun artinya sama akan tetapi jika salah penempatannya akan berdapak pada ke tidak sopanan. berdeda sekali dengan bahasa nasional yang kadang satu kata bisa digunakan untuk seluruh usia. dalam adat jawa pemilihan kata atau bahasa yang dibagi tersebut adalah untuk memberikan penghormatan kepada orang yang di ajak berbicara.

dalam bahasa jawa secara umum dibagi menjadi 3 bagian yakni basa ngoko, basa madya dan basa krama. namun dari ketiga bagian tersebut di bagi lagi menjadi beberapa tingkatan dan golongan sesuai unggah ungguhnya:

1. bahasa ngoko
– ngoko lugu
– ngoko andhap

2. bahasa madya
– madya ngoko
– madyantara
– madya krama

3. basa krama
– krama lugu (kramantara)
– mudha krama
– wredha krama
– krama inggil
– krama desa
– basa kedhaton

sedangkan bahasa-bahasa tersebut digunakan sesuai dengan tingkatannya sebagai berikut

1. bahasa ngoko digunakan untuk bebicara dalam kehidupan sehari-hari seperti:
– antara anak-anak dengan anak-anak,
– teman sebaya yang sudah biasa sering ketemu dan sering bercanda,
– dari orang tua kepada orang yang lebih muda.

2. bahasa krama madya digunakan untuk:
– murid kepada guru
– anak-anak kepada orang tua atau orang yang lebih tua usianya
– bawahan kepada atasan
– karyawan kepada bos
– pembantu kepada majikan
– istri kepada suami
– menantu kepada mertua
– adik kepada kakaknya

3. bahasa krama inggil / krama alus digunakan untuk memberi penghargaan atau penghormatan kepada orang yang memiliki derajat tinggi untuk menunjukan sopan santun yang tinggi dan juga dapat mengangkat harga diri kita, diantaranya:
– masyarakat biasa kepada pejabat daerah atau pejabat pemerintah seperti lurah, camat, gubernur, presiden, raja, demang, dan lain-lain yang derajatnya jauh lebih tinggi.
– orang biasa kepada sesepuh, leluhur, kyai atau tetua adat
– karyawan biasa kepada bos besar

Share on: