asal usul kutukan sengkolo blunuk glontar

kutukan sengkolo blunuk glontar adalah sebuah karma yang didapat karena menolak cinta seseorang. akibanya hidupnya akan sengsara dan juga akan dijauhkan jodohnya, sehingga kelak akan susah mendapatkan jodoh. bahkan bagi wanita akan disebut perawan tua, karena jodoh yang diharapkan tidak pernah cocok dan tidak kunjung tiba. sengkolo blunuk glontar ini sebenarnya identik dengan wanita. olah karena itu pada jaman dahulu istilah kutukan ini sangat di takuti kaum wanita.

pada jaman dahulu apabila ada seorang laki-laki datang melamar perempuan, sangat dilarang jika wanita tersebut menolak lamarannya. hal inilah yang ditakutkan orang tuanya, karena takut anaknya mendapatkan kutukan blunuk glontar. sehingga kelak hidupnya menjadi susah, dan juga malah tidak mendapatkan jodoh hingga tua. oleh karena itu pantangan wanita menolak lamaran laki-laki sangat di jaga. meskipun sang wanita tidak mengenal atau mencintai pria yang melamarnya, namun jangan sampai menolak lamaran tersebut.

apabila kutukan sengkolo blunuk glontar sudah menempel di tubuh anda, maka kehidupan anda akan menjadi susah, segala usaha akan sulit untuk berhasil. disamping itu juga jodoh anda akan dijauhkan, bahkan hingga tua akan sulit mendapatkan jodoh.

untuk menolak sengkolo blunuk glontar ini cara paling mudah adalah menerima lamaran atau pinangan tersebut. namun apabila ingin menolaknya dan supaya tidak terkena kutukan blunuk glontar maka mencari sebab keburukan dari hitungan perjodohan, atau orang tuanya sendiri yang meminta waktu untuk berfikir namun bukan menolak malainkan meminta waktu untuk berunding dengan seluruh keluarganya dan melihat hitungan perjodohan sebagai alasan agar tidak dilanjutkannya lamaran tersebut. atau juga dengan mengganti wanita yang dilamar dengan saudara sekandungnya seperti adik atau kakaknya.

dengan cara mengulur waktu atau mencari alasan yang tepat bagi orang tua untuk menolak lamaran pria tersebut terhadap anaknya, maka bisa menghalangi sengkolo blunuk glontar menimpa anak perempuannya.

Share on: