arti bibit bebet bobot dalam perjodohan

istilah bibit bebet bobot sering kita dengar dalam perjodohan, orang tua jaman dulu selalu berpesan kepada anaknya agar dalam mencari pasangan, sebaiknya melihat bibit bebet dan bobotny. tidak boleh sembarangan, mengingat kelak yang akan dihadapi saat berumah tangga. jadi jika semua bibit bebet dan bobotnya baik maka kelak rumah tangganya akan bahagia.

arti bibit bebet bobot dalam perjodohan

orang tua jaman dahulu selalu berpatokan demikian, lalu apa sebenarnya arti daripada bibit bebet bobot tersebut. istilah ini adalah istilah dari bahasa jawa yang sudah turun temurun, artinya hampir sama dengan kepribadian dan latar belakang seseorang atau asal usulnya harus jelas.

  1. BIBIT artinya benih, yakni harus diketahui keturunannya,dimana dilahirkannya? siapa orang tuanya? dari lingkungan sosial dan keluarga yang bagaimana. jika berasal dari keluarga yang baik-baik maka melahirkan keturunan yang baik. artinya jika orang tuanya orang yang baik maka anak tersebut juga memiliki sifat yang baik juga, begitupun asal usulnya dilahirkan dimana, jika lingkungannya kurang baik maka dikhawatirkan anak tersebut memiliki pergaulan yang tidak baik. jadi disini istilah bibit sangat diperlukan dalam memilih jodoh.
  2. BEBET artinya bebedan atau kepribadian, dalam kepribadian seseorang ini juga menyangkut cara berpenampilan. baik secara berpakaian atau bergaul. bagaimana orang tersebut berpakaian sopan juga menjadi nilai tersendiri dalam perjodohan. kemudian dalam bergaul serta berperilaku bagaiman. cara bicaranya kemudian bagaimana dia menghadapi orang yang lebih tua, tentang unggah ungguh atau sopan santun. tentu orang tua menekankan kepada anaknya agar memilih orang yang ramah dan sopan agar kelak jika menjadi pasangan akan bertindak baik kepada dirinya, orang tua maupun orang lain.
  3. BOBOT artinya mutu atau kualitas orang tersebut, bagaimana kemampuan berfikirnya, kalau sekarang bisa diartikan jenjang pendidikannya atau dilihat dari keimannnya dalam agama . kemudian bagaimana cara ia menghadapi emosinya serta prestasi yang ia miliki. hal ini juga sangat penting dalam memilih jodoh. agar kelak saat berumah tangga mampu menghadapi berbagai cobaan.

memang benar bahwa jodoh sudah diatur, akan tetapi bagaimana orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya agar jangan salah memilih jodoh, mengingat yang paling baik adalah memiliki pasangan 1 kali untuk selamanya. hal ini bukan berarti terlalu pilih-pilih dalam mencari jodoh sehingga ada yang mengatakan sulit nantinya mendapatkan jodoh. akan tetapi hal ini menjadi landasan untuk mencapai keberhasilan dalam keluarga. seperti saat anda memilih pakaian atau perhiasan, tentu tidak mau sembarang memilih agar tidak kecewa nantinya.