akibat jika menikah di bulan safar

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. Safar berasal dari kata safaral artinya kosong, pada saat zaman kenabian penduduk mengosongkan rumah-rumahnya untuk pergi berperang dan mengadakan perjalanan. menurut primbon jawa bahwasannya pengaruh bulan safar dalam hal perjodohan atau pernikahan memiliki firasat kurang bagus. ada akibat yang akan diterima oleh yang membuat hajat.

akibat jika menikah di bulan safar

setiap manusia tentu saja menginginkan hal yang baik untuk kehidupannya, oleh karena itu pada jaman dahulu para sesepuh membuat hitungan jawa atau ramalan untuk menjadi pedoman dalam melakukan setiap hal, termasuk masalah pernikahan maupun perjodohan. selain menghitung kecocokan antara kedua calon mempelai, juga harus berhati-hati dalam menentukan hari akad nikahnya. dalam buku primbon jawa diterangkan bahwa pengaruh bulan pernikahan sangat berperan dalam baik buruknya kehidupan yang akan dihadapinya kelak.

ada bulan-bulan yang merupakan menjadi sebuah larangan, untuk di jadikan bulan pernikahan, seperti halnya bulan safar. bulan tersebut merupakan salah satu bulan larangan untuk menikah, karena memiliki firasat yang tidak baik untuk rumah tanggannya. jika anda melaksanakan nikah di bulan ini, maka anda akan memulai hidup dengan sebuah hutang. artinya kehidupan anda akan penuh dengan hutang/ terlilit hutang sehingga semakin bertambah usia semakin banyak berhutang, tidak ada habisnya. anda bekerja susah payah hanya untuk menutupi hutang-hutang tetapi tidak akan pernah selesai.

dalam rumah tangga kebutuhan tak terduga selalu ada, sehingga seberapapun penghasilan anda tidak akan mencukupinya. hari ke hari hanya membesarkan hutang. sehingga dengan demikian anda akan hidup susah dan menderita. kehidupan rumah tangga pun berantakan, setiap hari selalu bertengkar saling menyalahkan tidak ada yang mau mengalah. seberapapun anda berusaha dan seberapapun anda memiliki kekayaan akan habis jika anda memaksa menikah di bulan ini. maka dari itu zaman dahulu bulan safar mereka gunakan untuk bepergian atau bekerja. tidak untuk membuat pesta, karena memiliki pengaruh buruk pada kehidupan nantinya.

Bulan safar berada di setelah bulan Muhharam/ suro. dalam kalender masehi 2021 terdapat di pertengahan bulan September dan Oktober. sedangkan di tahun 2022 masehi bulan safar terletak di akhir bulan Agustus dan awal September. maka dari itu hendak di perhatikan baik-baik agar tidak salah memilih bulan untuk menikah jika tidak ingin berakibat fatal. karena firasat yang dibawanya tidak main-main sebelum menyesal pada akhirnya nanti. sebaiknya carilah bulan – bulan lain yang membawa firasat baik.

pentingnya mengetahui pengaruh bulan terhadap perjodohan merupakan panutan setiap orang saat itu, ketika mereka akan melaksanakan perkawinan, selalu dicarinya sesepuh untuk mencarikan hari dan bulan baik. tujuannya adalah demi kebaikan masa depannya nanti. langkah ini juga dinamakan ikhtiar berusaha mencari kebaikan diantara semua yang baik. semoga bermanfaat