acara tradisi mecah kendi dalam pernikahan adat jawa

tradisi acara mecah kendi dalam pernikahan adat jawa memang tidak boleh di tinggalkan dalam rangkaian tersebut. di laksanakan pada saat acara selesai siraman dan menuju kamar rias pengantin. pecah kendi dilakukan oleh ibu dari calon mempelai. pecahan kendi ini nantinya akan digunakan untuk acara tradisi selanjutnya yaitu dodol dawet.

tujuan atau makna dari acara tradisi pecah kendi ini adalah untuk membuka pintu rezeki kedua pasangan yang akan melaksanakan pernikahan. Dimana berharap dan memohon doauntuk kelancaran rezeki maupun usaha yang akan mereka lakukan dalam mengais rezeki selama hidup bersama. Tradisi ini dilakukan oleh anak pertama dan ddengan kesepakatan bersama, dan apabila pada anak pertama sudah melaksanakan tradisi ini maka pada anak terakhir wajib pula melaksanakannya juga. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Pecah Kendi dapat dijadikan sebagai acuan agar dapat menjaga tradisi dan kebudayaan yang telah ada begitu juga dengan generasi mendatang dapat mengetahui tradisi yang mereka miliki serta sebagai acuan dalam kehidupan dunia dan akhirat dalam memohon sesuatu kepada Tuhan yang Maha Esa.

berikut sepatah kata yang di ucapkan oleh pembawa acara/ MC
“Saklajengipun Bapak ………….. paring toya sesuci ingkang mijil saking telengih kendhi pratala. Kendhi wus ngarani wadhah, pratala ateges lemah. Ilining toya boten pedhot mratandahani. Sempulur ing karahayon, sempulur anggenipun kagungan kersa, sempulur ing sandang, boga, donya brana. Kanthi sesucen menika, mugi-mugi risang bagus/ahayu anggenipun badhe ngayahi wajib, kalis ing godha rencana, kalis ing sambikala, hamung rahayu kang bakal tinemu”.

Share on: