200 ramalan jayabaya yang sudah terbukti

Jika mendengar tentang kata ramalan, tentu kita tidak akan melupakan sebuah ramalan dari raja Kediri, yaitu prabu jaya baya yang terkenal dengan kitab ramalan jayabaya. Ramalan-ramalan yang di tulis kebanyakan ramalan tentang kejadian masa depan tentang polaeh wong (kelakuan manusia), lelakuning urip (perjalanan hidup), keadaan Negara dan akhir jaman (kejadian hari kiamat).

200 ramalan jayabaya yang sudah terbukti

Ada sekitar 200 ramalan jayabaya yang sudah terbukti dari berbagai ramalan yang ditulis dan di jadikan unen-unen ( wangsit atau nasehat) serta petuah. Berikut ramalan tersebut:

  1. kreta tanpa jaran
    pada jaman dahulu saat prabu jayawijaya meramal tentang kejadian dimasa yang akan datang akan ada kreto tanpo jaran, yang artinya akan muncul zaman dimana ada kereta/kendaraan tanpa kuda yang menariknya. Dan sekarang ramalan itu sudah terbukti dengan adanya mobil, motor, kereta api yang menggunakan tenaga mesin tidak lagi menggunakan tenaga kuda atau tenaga orang.
  2. Tanah Jawa kalungan wesi.
    Bukan hanya binatang atau manusia yang berkalung besi, prabu jayawijaya juga meramal bahwa tanah jawa akan di kelilingi besi/ kalungan wesi. Ramalan tersebut juga terbukti dengan adanya rel kereta api yang terbuat dari besi membentang dari ujung jawa barat hingga ke jawa timur. Tidak hanya di jawa saja tanah kalungan wesi juga ada di daerah sumatera dan Negara-negara lain.
  3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang
    Pada jaman dahulu orang menganggap mustahil mengendarai kereta atau perahu di atas tanah atau awing-awang (angkasa), namun raja Kediri prabu jaya wijaya meramal bahwa pada zaman yang datang akan ada perahu mlaku ing dhuwur awing-awang (kendaraan yang bisa terbang) dan ramalan ini juga sudah terbukti dengan adanya pesawat terbang.
  4. Kali ilang kedhunge
    Dalam bahasa Indonesia adalah Sungai kehilangan mata air, makna dari ramalan jaya tersebut menagandung artian tersirat yang artinya bahwa manusia akan banyak yang kehilangan pegangan hidupnya, contoh pinter tanpo guru. Bahkan seorang guru yang di lawan oleh muridnya sendiri.
  5. Pasar ilang kumandhang
    pasar sepi pembeli karena jaman berubah apabila orang dahulu pergi kepasar untuk belanja sekarang justru pasar mlaku artinya para penjual yang pergi untuk keliling menawarkan dagangannya, disamping itu juga munculnya pasar online yang bisa berbelanja dari dalam rumah saja.
  6. Bumi saya suwe saya mengkeret
    Artinya Bumi semakin lama semakin mengecil, karena pertumbuhan manusia yang semakin hari semakin bertambah, seperti pepatah mati satu tumbuh seribu maka bumi yang luas akan semakin penuh dan sesak oleh pertumbuhan manusia itu sendiri. Sehingga bumi akan terasa mengecil.
  7. Sekilan bumi dipajeki
    Jika pada jaman dahulu orang memiliki tanah dengan bebas asal bisa merawat, maka muncul ramalan jayabaya yang mengatakan nanti ada masa sejengkal tanah dikenai pajak oleh pemerintah. Ramalan ini juga sudah terbukti bahwa pemilik tanah diwajibkan membayar pajak atas tanah yang dimiliki meskipun hanya sejengkal.
  8. Jaran doyan mangan sambel
    Mungkin kita ketahui bersama bahwa kuda hanya suka makan rumput, namun mengapa prabu jaya baya mengatakan bahwa aka nada Kuda suka makan sambal nantinya. Ternyata ramalan ini mengandung makna tersirat yang berarti di saat nanti yang lumrah menjadi tidk lumrah, yang wajar menjadi tidak wajar. Manusia akan memakan keringat orang lain untuk mendapatkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan haknya orang.
  9. Wong wadon nganggo pakeyan lanang
    Ramalan ini sudah terbukti juga, meskipun dahulu seorang perempuan sudah diatur dalam berbusana sebaik mungkin, namun sekerang perempuan tidak mau kalah dengan mengenakan pakaian yang sudah menjadi pakaiannya laki-laki. Contohnya perempuan memakai celana jeans yang di sobek-sobek, hal tersebut menggambarkan sesuatu yang sudah tidak semestinya. Dan dikatakan bahwa itu adalah tanda wolak walike jaman atau tanda akhir zaman.
  10. Akeh janji ora ditetepi
    Nanti dikemudian hari banyaknya orang yang ingkar janji, gampang mengucapkan janji namun dilalaikan begitu saja, bahkan ada yang sengaja tidak menepati karena tidak takut lagi dengan imbas dari ingkarnya tersebut.
  11. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe
    Dahulu ketika orang akan mengucapkan sumpah maka akan berfikir 1000 kali karena takut tidak bisa menepati, namu dari ramalan jayabaya sekarang terbukti ketika mengatakan Banyak janji tidak ditepati. Bahkan sekarang orang tidak ragu-ragu mengatakan sumpah meskipun dia sendiri mengetahui akan mengingkarinya demi hanya untuk kepentingan pribadinya saja.
  12. Manungsa padha seneng nyalah
    Jika dahulu orang takut berbuat salah, namun apabila ada yang salah dia bisa bisa berebut untuk disalahkan agar bisa membantu orang lain. Kenyataannya sekarang malah terbalik orang-orang saling lempar kesalahan agar dirinya bisa selamat dari berbagai tuduhan dan mendapatkan nama yang baik. Dia tidak peduli dengan orang lain bahkan saudaranya sendiri.
  13. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi
    Jika seseorang sudah tidak takut akan perbuatan salah di lakukan maka sama saja sudah tak peduli akan hukum Hyang Widhi. Tidak perduli dengan penghisaban hari akhir, oleh karena itu berbuat sesukanya tanpa memperdulikan larangan-larangan yang di dikatakan dalam Kitab Suci.
  14. Barang jahat diangkat-angkat
    Ramalan jayabaya/joyoboyo berikutnya adalah tentang kejahatan yang malah di angkat-angkat/ orang yang jahat dijunjung-junjung. Dimana sudah tidak berlaku lagi orang baik yang disegani dan dihormati namun justru sebaliknya orang yang jahat akan mendapat tempat yang bagus, disanjung-sanjung dan I angkat-angkat. Karena ditutupi oleh ketamakan dan keserakahan sehingga tidak memperdulikan orang yang baik lagi.
  15. Barang suci dibenci
    Ketika dahulu prabu joyoboyo mengatakan Yang suci (justru) yang dibenci. Sekarang kita sering melihat seseorang yang enggan atau malas untuk beribadah, meskipun dekat dengan rumah. Namun apabila ada hiburan yang mengarah pada kebatilan malah di cari meskipun jauh di datangi.
  16. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit
    Meskipun sekarang apa –apa menggunakaan uang, namun kita tidak diperbolehkan mendewakan atau mengutamakan hidup untuk uang sehingga sering lupa waktu untuk beribadah dan juga ada yang menjual kejujurannya demi uang.
  17. Lali kamanungsan
    Orang lupa akan jiwa kemanusiaan, banyak orang yang minta tolong tidak ditolong, akan tetapi orang yang tidak memerlukan pertolongan malah yang di tolong, karena mementingkan popularitas agar namanya dianggap baik
  18. Lali kabecikan
    Orang yang berbuat baik akan dilupakan, tapi orang yang menguntungkan dia meskipun tidak baik malah dipertahankan. Zaman seperti ini kini sudah banyak terbukti .
  19. Lali sanak lali kadang
    Pada zaman dahulu seluruh keturunan bisa hidup guyup rukun, ada silsilah keluarga. Karena pada zaman itu orang akan mempertahankan silsilah keturunannya. Namun prabu jayabaya meramal bahwa akan ada orang yang lupa sanak lupa saudara, artinya hidupnya hanya mementingkan diri sendiri lebih perhatian keorang lain daripada saudaranya sendiri.
  20. Akeh bapa lali anak
    Banyak ayah lupa anak. Karena itu banyak kejadian seorang ayah yang menghamili anak kandungnya sendiri, seorang ayah yang meninggalkan anaknya untuk mencari kesenangan sendiri.
  21. Akeh anak wani nglawan ibu
    Jika dulu orang takut kepada Ibunya, karena dalam agama dikatakan bahwa surge ada dibawah telapak kaki ibu. Namun sekarang zaman yang telah diramalakan oleh prabu joyoboyo terbukti. Ketika anak yang berani melawan ibu kandungnya sendiri tanpa memikirkan yang telah mengandungnya selama 9 bulan. Jangankan hanya melawan perintahnya malah ada yang tega membunuh ibu kandungnya.
  22. Nantang bapa
    Bukan hanya melawan ibu, juga menantang bapanya/ayah. Kejadian ini juga sudah banyak terjadi di zaman ini, dimana zaman wolak-waliking zaman seperti yang diramalkan oleh jayabaya.
  23. Sedulur padha cidra
    Antara saudara dan saudara saling khianat, berebut warisan malah ada yang saling membunuh satu sama lain. Hal ini bukti bahwa ramalan jayabaya semakin jelas terbukti tentang adanya kejadian akhir zaman.
  24. Kulawarga padha curiga
    Dalam satu rumah sudah sering terjadi perselisihan, Keluarga saling curiga. Sehingga tidak lagi dan susah untuk mencari keluarga yang bahagia hidup rukun. Karena masing-masing memiliki kemauan sendiri-sendiri yang tidak mau diatur oleh orang tuanya.
  25. Kanca dadi mungsuh
    Ramalan jayabaya ini juga sudah terbukti dari dulu bahwa ada Kawan bisa menjadi lawan, atau sering disebut musuh dalam selimut, didepan terlihat kawan namun dibelakang dia menikam.
  26. Akeh manungsa lali asale
    Banyak orang lupa asal usul, istilah ini memang sudah banyak terjadi, ketika manusia lupa akan jati dirinya, asal dan usulnya. Bahkan juga ada yang tidak mengakui orang tuanya karena malu dan takut akan mempengaruhi jabatannya.
  27. Ukuman Ratu ora adil
    Pengadilan yang tidak adil, Hukuman Raja tidak adil. Ramalan jayabaya ini juga telah terbukti dengan adanya banyak kejadian yang melakukan salah sedikit dihukum berat, namun yang melakukan kejahatan besar malah dihukum ringan.
  28. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil
    Ketika orang diberi pangkat dan jabatan harusnya bisa menjadi contoh dan panutan, namun sekarang ini banyak pejabat jahat dan ganjil karena hanya memikirkan jabatan dan uang tanpa memikirkan bawahan atau rakyatnya.
  29. Akeh kelakuan sing ganjil
    Adanya kejahatan dimana-mana, criminal dimana-mana orang jahat tidak lagi takut akan hukuman, sehingga tidak lagi berfikir untuk berbuat baik. Kejadian ini juga menjadi ramalan jayabaya yang terbukti yaitu tennang Banyak ulah-tabiat ganjil.
  30. Wong apik-apik padha kapencil
    Artinya orang yang baik justru tersisih, kejadian tersebut sudah banyak terjadi di zaman ini, banyak orang orang yang berwatak dan berkelakuan baik malah tersingkir karena ulah para penjilat yang berusaha menyingkirkan yang baik untuk kepentingan dirinya sendiri dengan persaingan yang tidak sehat.
    .
  31. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin
    Ramalan joyoboyo ini jika di terjemahkan bahasa indonesia adalah banyak orang kerja halal justru merasa malu, artinya orang malu dengan kerja yang halal dan baik. Karena pengaruh gengsi.malah lebih bangga dengan kerjaan yang haram atau dilarang seperti menjadi wanita penghibur, mencuri, merampok, korupsi dll
  32. Luwih utama ngapusi (Lebih mengutamakan menipu)
    Orang daripada kerja capek lebih memilih menipu untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan nasib orang yang di tipunya. Ramalan jayabaya ini juga sudah terjadi di zaman ini.
  33. Wegah nyambut gawe ( Malas untuk bekerja)
    Banyak orang yang mulai malas bekerja, namun keinginannya banyak. Sehingga memunculkan niat-niat yang tak lazim dan jahat.
  34. Kepingin urip mewah (Inginnya hidup mewah)
    Setelah malas bekerja kemudian ingin mendapatkan uang yang banyak dan bisa hidup mewah, maka dari itu pada zaman tersebut yang diramalkan jayabaya munculnya pencuri, penipu dan perampok yang memang sekarang sudah banyak terjadi dimana-mana.
  35. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka (Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka)
    Sedikit beramal dan sedikit beribadah, malah banyak berbuat maksiat. Hal ini memang benar menurut ramalan joyoboyo karena sudah banyak terbukti, setiap orang saling berlomba mencari kesenangan yang salah.
  36. Wong bener thenger-thenger (Orang benar termangu-mangu)
    Jika sekarang anda melihat orang yang benar termangu-mangu seperti tidak ada yang mau perduli. Maka hal tersebut memang sudah pernah diramalkan oleh prabu jayabaya. Malah orang yang salah bungah ( gembira). Ketidak adilan ini sudah berlangsung lama, namun hingga akhir jaman akan seperti itu, banyak orang yang benar malah terjerat masalah namun sebaliknya yang salah malah bebas berkeliaran, hal ini salah satunya adalah karena materi.
  37. Wong apik ditampik-tampik (Orang baik ditolak/ dibuang)
    Banyak kejadiannya baik di perusahaan atau didalam rumah yang jelas-jelas orang baik malah di buang, kalau di rumah tangga orang baik melamar kadang malah ditolak jika tidak memiliki materi yang banyak.
  38. Wong jahat munggah pangkat ( Orang jahat naik pangkat)
    Krena semua sudah diukur dengan uang, jadi untuk mendapatkan pangkat atau menaikan pangkat saja harus mengeluarkan uang. Oleh karena itu penilaian karakter terhadap seseorang tersebut tidak berlaku lagi karena semua bisa dibeli, dan hasilny banyak orang jahat yang memiliki atau naik pangkat dengan mudah.
  39. Wong agung kasinggung (Orang yang mulia dilecehkan)
    Seseorang yang harusnya disegani karena memiliki perilaku baik malah dilecehkan. Malah orang yang jahat di puji-puji (won gala kapuja)
  40. Wong wadon ilang kawirangane (perempuan hilang malu)
    Zaman sekarang para wanita sudah tidak memiliki rasa malu, memakai pakaian sesukanya bahkan sampai menunjukan auratnya. Dan lebih terbuka daripada pakaian laki-laki.
  41. Wong lanang ilang kaprawirane (Laki-laki hilang jiwa kepemimpinan)
    Laki-laki menjadi lemah, jiwa kepemimpinannya luntur. Karena berbagai masalah sehingga dikuasai oleh kaum wanita.
  42. Akeh wong lanang ora duwe bojo (Banyak laki-laki tak mau beristri)
    Perilaku ini juga menjadi tanda-tanda hari kiamat sudah dekat atau zaman akhir, ketika banyak laki-laki tidak mau beristri dan memilih hidup sendiri atau karena kelainan.
  43. Akeh wong wadon ora setya marang bojone (Banyak istri tidak setia terhadap suami)
    Para istri mulai mencari kesenangan sendiri dan memilih untuk tidak setia, bahkan banyak istri-istri melakukan selingkuh.
  44. Akeh ibu padha ngedol anake (Banyak ibu menjual anak)
    Demi mendapatkan uang, orang tua tidak lagi saying terhadap anaknya hingga mereka tega menjual anaknya sendiri.
  45. Akeh wong wadon ngedol awake (Banyak perempuan menjual diri)
    Semua demi harta dan uang, yang seharusnya bisa menjaga kepribadiannya namun sekarang tubuhnya dijual untuk kepuasan orang lain.
  46. Akeh wong ijol bebojo ( Banyak orang gonta-ganti pasangan)
    Kehidupan rumah tangga sudah tidak lagi di pertahankan, banyak orang yang suka gonta-ganti pasangan, kawin cerai menjadi hal yang biasa.
  47. Wong wadon nunggang jaran (Perempuan menunggang kuda)
    Kuda adalah tanggangan para pria saat itu, zaman kerajaan. Namun ramalan jayabaya bisa di artikan ke dalam zaman sekarang yang banyak para wanita/ perempuan mengendarai kendaraan khusus laki-laki.
  48. Wong lanang linggih plangki (Laki-laki naik tandu)
    Jika dahulu tandu dibuat untuk membawa permaisuri (wanita) maka dalam ramalan jayabaya dikatakan bahwa laki-laki naik tandu, dan hal tersebut telah terjadi hingga saat ini.
  49. Randha seuang loro (Dua janda harga seuang,murah)
    Itulah kenapa sekaranga ada istilah perempuan murahan, karena ramalan jayabaya telah membuat persepsi tentang harga dari seorang janda.
  50. Prawan seaga lima (Lima perawan lima picis)
    Murahnya harga diri seorang wanita sudah tidak bisa dibendung, dahulu seorang wanita begitu kuat mempertahankan harga dirinya dan keperawanannya dan hanya untuk di berikan kepada suami, namun sekarang siapa memiliki uang bisa menikmati.
  51. Dhudha pincang laku sembilan uang (Duda pincang laku sembilan uang)
    Artinya harga diri manusia sudah dapat terbeli dengan uang, jadi dinamakan zaman serba uang dan uang diatas segalanya.
  52. Akeh wong ngedol ngelmu (Banyak orang berdagang ilmu)
    Ilmu dijual, siapa yang mau pintar harus memiliki uang. Oleh karena itu banyak orang miskin yang tidak sekolah karena tidak memiliki uang.
  53. Akeh wong ngaku-aku (Banyak orang mengaku diri)
    Menjadi orang yang suka berbohong tentang jati diri nya untuk menipu dan menakut-nakuti orang lain dangan mengaku-ngaku sebagai aparata atau pejabat atau orang mulia.
  54. Njabane putih njerone dhadhu (Di luar putih di dalam jingga)
    Artinya seseorang yang berpura-pura baik namun dalam hatinya jelek, karena tidak lagi takut akan dosa dan lebih memilih berbohong untuk suatu kepentingan .
  55. Ngakune suci, nanging sucine palsu (Mengaku suci, tapi palsu belaka)
    Penampilannya kelihatan alim, orangnya sok suci dan bersahaja namun dibalik itu malah justru kebalikannya. Hanya karena ingin dilihat orang atau pencitraan.
  56. Akeh bujuk akeh lojo ( Banyak tipu banyak muslihat)
    Penipuan dimana-mana dan seolah-olah terorganisir sehingga makin lama makin banyak penipu dan tidak berkurang.
  57. Akeh udan salah mangsa (Banyak hujan salah musim)
    Dahulu orang melihat musim beraturan antara musim hujan dan musim kemarau, oleh karena itu ada nama bulan yang di kategoroikan sebagai musim hujan seperti bulan yang berakhiram ber, namun sekarang musim hujan turun diluar bulan-bulan tersebut.
  58. Akeh prawan tuwa (Banyak perawan tua)
    Kalau diatas ada ramalan yang mengatakan banyak laki-laki tidak beristri, ini wanita menjadi perawan tua, karena lebih memikirkan karier atau mengejar ilmu dari pada memilih untuk mencari pendamping hidup.
  59. Akeh randha nglairake anak (Banyak janda melahirkan bayi)
    Karena sudah tidak takut aklan dosa dan azab, para janda juga tidak lagi memperthankan harga dirinya sehingga perzinahan dimana-mana, oleh karena itu tidak aneh jika janda melahirkan anak dari hubungan gelap. Sehingga Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne atau banyak anak lahir mencari bapaknya. Karena bapaknya tidak mau bertanggung jawab.
  60. Agama akeh sing nantang (Agama banyak ditentang)
    Kalau dulu agama menjadi pedoman hidup dan pegangan hidup, banyak orang takut melanggar aturan agama namun sekarang banyak orang yang menentang dan melanggar aturan agama.
  61. Prikamanungsan saya ilang (Perikemanusiaan semakin hilang)
    Jiwa perikemanusiaan telah hilang, penindasan dan penganiayaan dimana-mana, orang tidak takut hokum mereka lebih memilih ego masing-masing
  62. Omah suci dibenci (Rumah suci dijauhi)
    Rumah-rumah ibadah sepi, karena banyak orang yang sudah mulai meninggalkan ibadah.
  63. Omah ala dipuja (Rumah maksiat makin dipuja)
    Setelah banyak yang meninggalkan ibadah dan menjauhi rumah-rumah suci, mereka malah lebih senang mendatangi tempat-tempat maksiat.
  64. Wong wadon lacur ing ngendi-endi (Perempuan lacur dimana-mana)
    Para wanita yang menjajakan tubuhnya sudah tidak malu-malu lagi, malah seolah-olah di pertontonkan dan pelacuran dimana-mana.
  65. Akeh laknat (Banyak kutukan)
    Banyak kejadian yang merupakan kutukan dari tuhan atau dari alam, karena perilaku manusia yang sudah melewati batas
  66. Akeh pengkianat (Banyak pengkhianat)
    Banayaknya orang yang berkhianat, baik berkhianat terhadap teman maupun berkhianat kepada Negara atau agama.
  67. Anak mangan bapak (Anak makan bapak)
    Seorang anak yang harusnya menjunjung derajat orang tua dan menghormatinya malah banyak anak yang mempekerjakan orantuanya untuk kepentingan pribadinya.
  68. Sedulur mangan sedulur (Saudara makan saudara)
    Rejeki saudara dimakan, keringat saudaranya juga ditelan. Tidak perduli lagi saling tolong menolong semua dilihat dari imbalannya.
  69. Kanca dadi mungsuh (Kawan menjadi lawan)
    Banyak teman yang menjadi musuh, karena semua dicurigai dan hilang akal sehatnya sehingga makin banyak masalah dalam dirinya.
  70. Guru disatru (Guru dimusuhi)
    Guru yang seharusnya di hargai dan di hormati malah dimusuhi, sekarang ini banyak murid yang menganiaya guru karena hilangnya akal sehat dan rasa terimakasihnya.
  71. Tangga padha curiga (Tetangga saling curiga)
    hubungan yang terjalin di sekitar rumah dengan para tetangga mulai luntur karena saling curiga.
  72. Kana-kene saya angkara murka (Angkara murka semakin menjadi-jadi)
    Disana sini banyak orang marah, banyak peperangan sehingga kehidupan manusia semakin terganggu.
  73. Sing weruh kebubuhan, Sing ora weruh ketutuh (Barangsiapa tahu terkena beban, yang tidak tahu disalahkan)
    Inilah yang banyak terjadi, apabila anda mengetahui segala hal maka justru anda akan terbebani dan yang tidak tahu disalahkan.
  74. Besuk yen ana peperangan Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor, Akeh wong becik saya sengsara lan Wong jahat saya seneng ( Kelak jika terjadi perang yang datang dari timur, barat, selatan, dan utara, banyak orang baik makin sengsara dan yang jahat makin bahagia.
  75. Wong salah dianggep bener

Orang salah dipandang benar apalagi jika memiliki harta yang berlimpah tentu semua kebenaran akan di belinya.

  1. Pengkhianat nikmat
    Para penghianat mendapat kesenangan dan kenikmatan, serta tempat yang bagus.
  2. Durjana saya sempurna
    Orang-orang durjana semakin sempurna dan makin sombong
  3. Wong jahat munggah pangkat
    Banyak orang jahat naik pangkat dengan cara yang tidak jujur dan benar, sehingga yang baik malah tersingkir.
  4. Wong lugu kebelenggu
    Orang yang lugu, nurut dan baik terbelenggu oleh keadaan karena kalah oleh orang yang pandai menjilat.
  5. Wong mulya dikunjara
    Banyak orang yang mulia yang di muliakan dipenjara, dengan berbagai tuduhan dari orang-orang jahat.
  6. Sing curang garang, sing jujur kojur
    Yang curang berkuasa dan yang jujur malah mendapat sengsara
    .
  7. Pedagang akeh sing keplarang
    Pedagang banyak yang tenggelam/ ulung tikar. Karena kalah sama pedagang-pedangang modern
  8. Wong main akeh sing ndadi
    Judi dimanan-mana dan semakin merajalela, seolah-oleah seuatu yang di larang kini tidak lagi.
  9. Akeh barang haram
    Akan ada banyak barang haram, baik karena asalnya maupun memang sudah di haramkan
  10. Akeh anak haram
    Banyak anak haram yang dilahirkan dari hubungan gelap ( bukan suami istri)
  11. Wong wadon nglamar wong lanang
    Wolak walike zaman sudah terasa dengan adanya perilaku yang terbalik seperti perempuan melamar laki-laki.
  12. Wong lanang ngasorake drajate dhewe
    Jika dahulu laki-laki adalah ksatria dan lambing keperkasaan namun sekarang Laki-laki memperhina derajat sendiri.
  13. Akeh barang-barang mlebu luang
    Banyak barang-barang yang terbuang-buang dan di tanam di dalam tanah.
  14. Akeh wong kaliren lan wuda
    Banyak orang kelaparan dan telanjang, ramalan ini sudah terjadi di Negara lain.
    .
  15. Wong tuku ngglenik sing dodol
    Pembeli membujuk penjual atau pembeli menawar dan bisa juga pembeli membohongi penjual.
  16. Sing dodol akal okol
    Si penjual bermain siasat untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan haram dan halal.
  17. Wong golek pangan kaya gabah diinteri
    Mencari rizki ibarat gabah ditampi, artinya dalam mencari rezeki pilih2.
  18. Sing kebat kliwat, Sing telat sambat (Yang tangkas lepas, Yang terlambat menggerutu)
  19. Sing gedhe kesasar, Sing cilik kepleset (Yang besar tersesat, yang kecil kepleset)
  20. sing anggak ketunggak- artinya Yang congkak terbentur.
  21. Sing wedi mati- artinya Orang yang takut mati.
  22. Sing nekat mbrekat- artinya Yang nekat mendapat berkat.
  23. Sing jerih ketindhih- artinya Yang hati kecil tertindih
  24. Sing ngawur makmur- artinya Yang hidupnya sembarangan/ngawur menjadi makmur
  25. Sing ngati-ati ngrintih- artinya Yang suka berhati-hati malah merintih.
  26. Sing ngedan keduman- artinya Yang main gila malah mendapat bagian.
  27. Sing waras nggagas- artinya Yang sehat pikiran berpikir.
  28. Wong tani ditaleni- artinya Orang (yang) bertani diikat.
  29. Wong dora ura-ura- artinya Orang (yang) bohong berdendang.
  30. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane artinya -Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
  31. Bupati dadi rakyat- artinya Pegawai tinggi menjadi rakyat.
  32. Wong cilik dadi priyayi- artinya Rakyat kecil jadi priyayi.
  33. Sing mendele dadi gedhe- artinya Yang curang jadi besar.
  34. Sing jujur kojur- artinya Yang jujur celaka.
  35. Akeh omah ing ndhuwur jaran- artinya Banyak rumah di punggung kuda.
  36. Wong mangan wong- artinya Orang makan sesamanya.
  37. Anak lali bapak- artinya Anak lupa bapa.
  38. Wong tuwa lali tuwane- artinya Orang tua lupa akan usia tuanya .
  39. Pedagang adol barang saya laris, nanging Bandhane saya ludhes – artinya Jualan pedagang semakin laris Namun harta mereka makin habis.
  40. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan- artinya Banyak orang mati lapar di samping makanan.
  41. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara- artinya Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
  42. Sing edan bisa dandan- artinya Yang gila bisa bersolek.
  43. Sing bengkong bisa nggalang gedhong- artinya Si bengkok membangun mahligai.
  44. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil- artinya Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
  45. Ana peperangan ing njero- artinya Terjadi perang di dalam.
  46. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham- artinya Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
  47. Durjana saya ngambra-ambra- artinya Kejahatan makin merajalela.
  48. Penjahat saya tambah- artinya Penjahat makin banyak.
  49. Wong apik saya sengsara- artinya Yang baik makin sengsara.
  50. Akeh wong mati jalaran saka peperangan- artinya Banyak orang mati karena perang.
  51. Kebingungan lan kobongan- artinya Karena bingung dan kebakaran.
  52. Wong bener saya thenger-thenger- artinya Si benar makin tertegun.
  53. Wong salah saya bungah-bungah- artinya Si salah makin sorak sorai.
  54. Akeh bandha musna ora karuan lungane- artinya Banyak harta hilang entah ke mana
  55. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe- artinya Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
  56. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram- artinya Banyak barang haram, banyak anak haram.
  57. Bejane sing lali, bejane sing eling- artinya Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
  58. Nanging sauntung-untunge sing lali- artinya Tapi betapapun beruntung si lupa.
  59. Isih untung sing waspada- artinya Masih lebih beruntung si waspada.
  60. Angkara murka saya ndadi- artinya Angkara murka semakin menjadi.
  61. Kana-kene saya bingung- artinya Di sana-sini makin bingung.
  62. Pedagang akeh alangane- artinya Pedagang banyak rintangan.
  63. Akeh buruh nantang juragan- artinya Banyak buruh melawan majikan.
  64. Juragan dadi umpan- artinya Majikan menjadi umpan.
  65. Sing suwarane seru oleh pengaruh- artinya Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
  66. Wong pinter diingar-ingar- artinya Si pandai direcoki.
  67. Wong ala diuja- artinya Si jahat dimanjakan.
  68. Wong ngerti mangan ati- artinya Orang yang mengerti makan hati.
  69. Bandha dadi memala- artinya Hartabenda menjadi penyakit
  70. Pangkat dadi pemikat- artinya Pangkat menjadi pemukau.
  71. Sing sawenang-wenang rumangsa menang – artinya Yang sewenang-wenang merasa menang
  72. Sing ngalah rumangsa kabeh salah- artinya Yang mengalah merasa serba salah.
  73. Ana Bupati saka wong sing asor imane- artinya Ada raja berasal orang beriman rendah.
  74. Patihe kepala judhi- artinya Maha menterinya benggol judi.
  75. Wong sing atine suci dibenci- artinya Yang berhati suci dibenci.
  76. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat- artinya Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
  77. Pemerasan saya ndadra- artinya Pemerasan merajalela.
  78. Maling lungguh wetenge mblenduk – artinya Pencuri duduk berperut gendut.
  79. Pitik angrem saduwure pikulan- artinya Ayam mengeram di atas pikulan.
  80. Maling wani nantang sing duwe omah- artinya Pencuri menantang si empunya rumah.
  81. Begal pada ndhugal- artinya Penyamun semakin kurang ajar.
  82. Rampok padha keplok-keplok- artinya Perampok semua bersorak-sorai.
  83. Wong momong mitenah sing diemong- artinya Si pengasuh memfitnah yang diasuh
  84. Wong jaga nyolong sing dijaga- artinya Si penjaga mencuri yang dijaga.
  85. Wong njamin njaluk dijamin- artinya Si penjamin minta dijamin.
  86. Akeh wong mendem donga- artinya Banyak orang mabuk doa.
  87. Kana-kene rebutan unggul- artinya Di mana-mana berebut menang.
  88. Angkara murka ngombro-ombro- artinya Angkara murka menjadi-jadi.
  89. Agama ditantang- artinya Agama ditantang.
  90. Akeh wong angkara murka- artinya Banyak orang angkara murka.
  91. Nggedhekake duraka- artinya Membesar-besarkan durhaka.
  92. Ukum agama dilanggar- artinya Hukum agama dilanggar.
  93. Prikamanungsan di-iles-iles- artinya Perikemanusiaan diinjak-injak.
  94. Kasusilan ditinggal- artinya Tata susila diabaikan.
  95. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi- artinya Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
  96. Wong cilik akeh sing kepencil- artinya Rakyat kecil banyak tersingkir.
  97. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil- artinya Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
  98. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit- artinya Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
  99. Lan duwe prajurit- artinya Dan punya prajurit.
  100. Negarane ambane saprawolon- artinya Lebar negeri seperdelapan dunia.
  101. Tukang mangan suap saya ndadra- artinya Pemakan suap semakin merajalela.
  102. Wong jahat ditampa, Wong suci dibenci artinya Orang jahat diterima, Orang suci dibenci.
  103. Timah dianggep perak- artinya Timah dianggap perak.
  104. Emas diarani tembaga- artinya Emas dibilang tembaga.
  105. Dandang dikandakake kuntul- artinya Gagak disebut bangau.
  106. Wong dosa sentosa- artinya Orang berdosa sentosa.
  107. Wong cilik disalahake- artinya Rakyat jelata dipersalahkan.
  108. Wong nganggur kesungkur- artinya Si penganggur tersungkur.
  109. Wong sregep krungkep- artinya Si tekun terjerembab.
  110. Wong nyengit kesengit- artinya Orang busuk hati dibenci.
  111. Buruh mangluh- artinya Buruh menangis.
  112. Wong sugih krasa wedi- artinya Orang kaya ketakutan.
  113. Wong wedi dadi priyayi- artinya Orang takut jadi priyayi.
  114. Senenge wong jahat- artinya Berbahagialah orang yang berperilaku jahat.
  115. Susahe wong cilik- artinya susahnya rakyat kecil.
  116. Akeh wong dakwa dinakwa- artinya Banyak orang saling tuduh-menuduh.
  117. Tindake manungsa saya kuciwa- artinya Ulah manusia semakin tercela.
  118. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi- artinya Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
  119. Wong Jawa kari separo- artinya Orang Jawa tinggal setengah.
  120. Landa-Cina kari sejodho – artinya Belanda – Cina tinggal sepasang.
  121. Akeh wong ijir, akeh wong cethil- artinya Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
  122. Sing eman ora keduman- artinya Si hemat tidak mendapat bagian.
  123. Sing keduman ora eman- artinya Yang mendapat bagian tidak berhemat.
  124. Akeh wong mbambung- artinya Banyak orang berulah dungu.
  125. Akeh wong limbung- artinya Banyak orang limbung.

Leave a Reply