menjawab pertanyaan tentang bagaimana mengatasi suami yang suka marah-marah

Hubungan suami istri dalam sebuah rumah tangga memang selalu diwarnai dengan perselisihan dan pertengkaran kecil hingga besar. seperti pertanyaan ibu x melalui email saya tentang bagaimana mengatasi kebiasaan suami yang suka marah-marah, hal ini sudah wajar adanya mengingat dua sifat yang dijadikan satu maka ada yang merasa benar, ada yang menuruti emosi, ego serta kepentingannya sendiri. untuk itu salah satu harus dapat memahami dan mau mengalah ketika satu pasangan tidak bisa di luruskan. permasalahan yang sering terjadi dalam keluarga adalah ketika saumi marah-marah tanpa alasan yang tepat sehingga memunculkan sebuah pertengkaran yang mengkhawatirkan, karena jika dibiarkan akan terjadi masalah yang fatal seperti perceraian ataupun penganiayaan secara fisik. untuk itu kewajiban istri yang lebih memahami dahulu harus menjadi pendingin suasana , jangan malah menyulut emosi sehingga membesar.

untuk menjawab pertanyaan tersebut tipsnya adalah istri harus menerima secara ikhlas, mengalah secara benar adalah hal yang terbaik ketika berhadapan dengan suami pemarah. tanamkan dalam diri para istri bahwa tujuan kamu hanyalah satu mempertahankan keutuhan rumah tangga dan menyadarkan watak dari pada sifat suami. menyembuhkan atau merubah sifat bawaan yang keluar dari kebiasaan suami tidak harus dilawan dengan kekerasan melainkan dengan kelembutan dan kesabaran secara ikhlas. suami bukanlah raja memang benar namun suami adalah imam dalam keluarga seandainya memiliki kesalahan jangan langsung disalahkan akan tetapi di benarkan. bagaimana cara membenarkan yakni dengan menguasai mental dan pemikiran suami secara perlahan.

ketika suami marah, tidak ada salahnya istri meminta maaf dan menasehati secara halus untuk tidak marah. penghinaan atau cemoohan yang sering dilontarkan jangan terlalu di masukan kedalam hati karena akan menyusahkan istri dalam memberikan ketulusan dan keikhlasan. tanam kan pada diri bahwa itu semu adalah tantangan dan bukan hambatan sehingga semakin tertantang anda juga harus semakin semangat untuk memperbaiki dengan modal ketulusan dan keikhlasanmu.

selain dengan perlakuan yang lembut, penerimaan yang ikhlas juga jangan lupa agar selalu berdo’a, karena do’a merupakan satu-satunya benteng yang menyertai segala usaha anda. sekali lagi saya ingatkan jika suami marah jangan dilawan dengan nada yang kasar atau mencoba melawan dengan omongan akan tetapi redakan dahulu kemarahannya dengan nada lembut peluk dia, usap dadanya agar bersebar meski anda sendiri tahu bahwa suami yang salah.

demikian jawaban dari pertanyaan Ibu x, semoga jawaban ini dapat membantu permasalahan kehidupan rumah tangga anda yang sedang dalam gejolak masalah.

Leave a Reply